Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 21, 2025

ROH ALLAH YANG MENGENALI YESUS

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal ini, 1 Yohanes 4:2 memberikan pengajaran penting: "Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah." Untuk memahami ayat ini dengan mendalam, kita perlu melihat konteksnya. Rasul Yohanes menulis surat ini sekitar tahun 85-95 M ketika muncul ajaran sesat yang mengingkari kemanusiaan Yesus. Mereka mengajarkan bahwa Yesus hanya tampak seperti manusia tetapi tidak sungguh-sungguh menjadi manusia. Ajaran ini disebut Dosetisme, yang sangat berbahaya karena merusak inti keselamatan. Yohanes menegaskan ujian untuk mengenali "Roh Allah" yang sejati: pengakuan bahwa "Yesus Kristus telah datang sebagai manusia." Frasa "telah datang" (elēlythota) dalam bahasa Yunani menggunakan bentuk perfect tense, menunjukkan tindakan yang sudah selesai dengan dampak berkelanjutan. Artinya, inkarnasi Kristus—Allah menjadi manusi...

YESUS SANG PENCIPTA SEGALA SESUATU

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal ini, marilah kita merenungkan Yohanes 1:2-3 yang menyatakan kebenaran agung tentang identitas Kristus: "Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." Untuk memahami kedalaman ayat ini, kita perlu menggali konteks teologis Injil Yohanes. Rasul Yohanes menulis injilnya untuk menegaskan keilahian Yesus Kristus. Kata "Ia" merujuk pada "Firman" (Logos) dalam ayat 1, yaitu Yesus sendiri. Frasa "pada mulanya" (en arche) menunjukkan keberadaan Kristus sebelum penciptaan—Ia adalah Allah yang kekal, bukan makhluk ciptaan. Ayat 3 menegaskan peran Kristus dalam penciptaan: "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia." Kata "segala sesuatu" (panta) dalam bahasa Yunani bersifat universal—tidak ada pengecualian. Langit, bumi, bintang-bintang, malaikat, manusia—semuanya dici...

MENCARI DAN MENYEMBAH RAJA SEGALA RAJA

Gambar
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Matius 2:1-2 mencatat kisah orang-orang majus yang mencari Yesus. Untuk memahami kedalaman kisah ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari pencarian mereka yang mengubahkan di masa Natal. Orang-orang majus adalah cendekiawan dari Timur, kemungkinan Persia atau Babel, yang mempelajari bintang-bintang. Mereka bukan orang Yahudi, tetapi Allah menyatakan kelahiran Raja kepada mereka melalui bintang. Ini menunjukkan bahwa Yesus datang bukan hanya untuk Israel, tetapi untuk semua bangsa—termasuk kita semua yang percaya kepada-Nya hari ini. Matius menulis: "datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya." Mereka melakukan perjalanan jauh dan sulit, berbulan-bulan melewati gurun yang berbahaya. Pertanyaan mereka menunjukkan tujuan yang jelas: "Di manakah Ia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu?" Mereka tidak datang sekadar ingin tahu, tetapi dengan tujuan yang spesifik—untuk menemukan dan menyembah ...

JURUSELAMAT KITA, RAJA SEGALA RAJA

Gambar
  Lukas 2:14 "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Hari ini, kita merayakan Natal dengan nyanyian malaikat yang bergema dari langit Betlehem: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Kata-kata ini bukan sekadar lagu indah, tetapi proklamasi tentang kelahiran seorang Raja yang berbeda dari semua raja - Raja yang turun dari tahta-Nya untuk membawa damai yang sejati kepada kita semua. Saya sering bertanya pada diri sendiri: di mana saya mencari damai? Sepanjang tahun ini, berapa kali saya berlari ke sana kemari mencari ketenangan hati - dalam kesibukan, dalam pencapaian, dalam hubungan, bahkan dalam hal-hal baik sekalipun. Namun ketenangan itu selalu sementara, selalu pudar, selalu meninggalkan saya dalam kekosongan yang sama. Natal mengingatkan saya bahwa damai yang saya cari hanya ada dalam satu pribadi: Ye...

JANGAN TAKUT: KABAR SUKACITA UNTUK KITA

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Lukas 2:11 menyatakan berita yang kita rayakan malam ini dengan penuh sukacita. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari kabar sukacita yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua di malam Natal ini—bahwa pesan surga adalah pengusiran ketakutan dan pemberian sukacita sejati. Malaikat berkata kepada para gembala di malam yang sunyi: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." Malam itu, para gembala sedang menjaga kawanan mereka dalam ketakutan—takut akan binatang buas, takut akan perampok, takut akan masa depan yang tidak pasti. Namun malam itu berubah menjadi malam paling istimewa karena surga berbicara: "Jangan takut!" Mari kita renungkan kata pembuka "jangan takut" di malam Natal ini. Kata-kata ini bukan sekadar...

APA YANG TUHAN TUNTUT DARIKU?

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Mikha 6:8 menyatakan pertanyaan sekaligus jawaban yang paling fundamental dalam kehidupan iman. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari tuntutan Allah yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua dalam memahami esensi sejati dari kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Mikha bertanya dengan sangat personal: "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?" Pertanyaan ini ditujukan kepada "manusia"—bukan hanya kepada bangsa Israel, tetapi kepada setiap individu, termasuk saya, kamu, dan kita semua. Allah tidak menuntut hal-hal yang rumit atau mustahil, tetapi tiga hal mendasar yang menyentuh inti keberadaan kita. Mari kita renungkan frasa "telah diberitahukan kepadamu apa yang baik." Allah tidak menyembunyi...

MENJADI BAGIAN DARI KARYA TUHAN

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Lukas 1:76 menyatakan nubuat Zakharia tentang bagaimana anaknya akan menjadi bagian dari karya besar Allah. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari keterlibatan dalam rencana Allah yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua dalam memahami bahwa hidup kita memiliki makna ketika menjadi bagian dari karya-Nya. Zakharia bernubuat kepada Yohanes yang baru lahir: "Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya." Perkataan ini mengungkapkan kebenaran mengagumkan—seorang bayi kecil telah dipilih Allah untuk menjadi bagian integral dari rencana penyelamatan terbesar dalam sejarah. Yohanes bukan penonton, tetapi pelaku. Dia bukan hanya menyaksikan kedatangan Mesias, tetapi aktif mempersiapkan jalan bagi-Nya. Demikian juga saya, kamu, dan kita semua dipanggil menjadi bagian a...