Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 4, 2026

HIDUP YANG MENGGENAPI, BUKAN MENIADAKAN

Gambar
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Matius 5:17 mencatat perkataan Yesus: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapnya." Ayat ini mengajak kita memahami bagaimana seharusnya kita menjalani iman. Matius 5 adalah bagian dari Khotbah di Bukit, pengajaran terpanjang Yesus yang dicatat dalam Injil. Konteksnya sangat penting: Yesus baru saja mengumumkan Kerajaan Allah dan memanggil murid-murid-Nya. Orang banyak mengikuti-Nya, dan mereka memiliki ekspektasi bahwa Mesias akan mengubah atau bahkan menghapus hukum Taurat yang terasa memberatkan. Tetapi Yesus mengejutkan mereka dengan pernyataan tegas ini. Kata "meniadakan" dalam bahasa Yunani adalah "kataluo" yang berarti merobohkan, menghancurkan, atau membatalkan. Sebaliknya, kata "menggenapi" adalah "pleroo" yang berarti memenuhi, menyempurnakan, atau membawa ke tujuan akhir...

MEMBANGUN HIDUP DI ATAS FONDASI YANG BENAR

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Mazmur 92:16 menyatakan: "untuk memberitakan, bahwa Tuhan itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya." Ayat ini mengajak kita merenungkan fondasi apa yang menopang hidup kita. Mazmur 92 adalah nyanyian untuk hari Sabat, waktu refleksi dan penyembahan. Pemazmur menulis setelah mengalami pemeliharaan Allah yang luar biasa. Dalam konteks perikop ini, ayat 12-15 berbicara tentang orang benar yang tumbuh subur seperti pohon korma dan pohon aras di Libanon—berakar kuat, berbuah lebat hingga usia tua. Rahasia pertumbuhan mereka ada di ayat 16: mereka membangun hidup di atas Tuhan sebagai fondasi. Kata "memberitakan" (nagad) bukan sekadar informasi, tetapi kesaksian hidup. Pemazmur memproklamasikan dari pengalaman pribadi: "Tuhan itu benar"—Dia terbukti setia. "Ia gunung batuku"—fondasi yang tidak pernah goyah walau badai datang. "Tidak ada kecurangan pada-Nya"—Dia sempurna dalam...

PERTOLONGAN DARI TUHAN PENCIPTA

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di tahun 2026 ini, Mazmur 121:2 memberikan kepastian yang kuat: "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Mazmur 121 adalah salah satu "Mazmur Ziarah" yang dinyanyikan oleh orang Israel saat mereka berziarah ke Yerusalem. Perjalanan ziarah penuh bahaya—jalan yang terjal, ancaman perampok, cuaca ekstrem. Di tengah ketidakpastian itu, pemazmur bertanya: "Dari manakah akan datang pertolonganku?" Dan jawabannya tegas: dari TUHAN. Yang menarik adalah deskripsi tentang TUHAN ini—Ia adalah "yang menjadikan langit dan bumi." Dalam bahasa Ibrani, frasa ini menegaskan bahwa Allah kita bukan allah lokal atau terbatas, tetapi Pencipta seluruh alam semesta. Tangan yang membentangkan langit dan meletakkan fondasi bumi adalah tangan yang sama yang menolong kita. Jika Ia mampu menciptakan dan menopang seluruh alam semesta, tidak ada masalah y...

KRISTUS YANG ADALAH HIDUP KITA

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di tahun 2026 ini, Kolose 3:4 memberikan pengharapan yang luar biasa: "Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Rasul Paulus menulis kepada jemaat Kolose yang menghadapi berbagai tantangan dan ajaran sesat. Dalam pasal 3, Paulus mengingatkan mereka untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi—karena hidup mereka tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Frasa "Kristus, yang adalah hidup kita" sangat fundamental. Paulus tidak mengatakan Kristus adalah bagian dari hidup kita atau pelengkap hidup kita, tetapi Ia adalah hidup itu sendiri. Dalam bahasa Yunani, "hidup" (zōē) menunjuk pada kehidupan yang sejati, kehidupan kekal yang berkualitas ilahi. Artinya, eksistensi kita yang sebenarnya, identitas kita yang sejati, dan makna hidup kita sepen...

TUHAN ITU ESA, TUHAN KITA SATU

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di awal tahun baru 2026 ini dengan sukacita Natal yang masih kita rasakan dan tidak akan hilang, Ulangan 6:4 memberikan fondasi iman yang paling mendasar: "Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!" Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Ayat ini disebut "Shema" dan merupakan pengakuan iman paling penting dalam tradisi Yahudi. Musa menyampaikan ini kepada bangsa Israel sebelum mereka memasuki Tanah Perjanjian—fondasi yang harus mereka pegang teguh di tengah berbagai godaan penyembahan berhala. Kata "Dengarlah" (shema) bukan sekadar mendengar dengan telinga, tetapi mendengar dengan perhatian penuh, ketaatan, dan komitmen untuk bertindak. Ini adalah panggilan untuk fokus total. Pernyataan "Tuhan itu Allah kita" menegaskan relasi pribadi dan eksklusif—Ia adalah Allah yang telah memilih dan menyelamatkan kita. Frasa "Tuhan itu esa" (echad) dalam bahasa Ibrani ...

KRISTUS DI DALAM KITA, ROH YANG HIDUP

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di awal tahun baru 2026 ini dengan sukacita Natal yang masih kita rasakan dan tidak akan hilang, Roma 8:10 memberikan kebenaran fundamental: "Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Roma 8 adalah salah satu pasal terbesar dalam Alkitab tentang kehidupan dalam Roh Kudus. Rasul Paulus menjelaskan perbedaan antara hidup menurut daging dan hidup menurut Roh—kehidupan baru yang dimungkinkan karena Kristus. Frasa "jika Kristus ada di dalam kamu" bukan berbicara tentang kemungkinan, tetapi realitas bagi setiap orang percaya. Kata "di dalam" (en hymin) menunjukkan kehadiran Kristus yang intim dan personal—bukan hanya di sekitar kita, tetapi tinggal di dalam kita melalui Roh Kudus. Ini adalah misteri agung: Kristus yang kita rayakan kelahiran-Nya di Natal, kini tinggal di dalam hati k...

NYANYIKANLAH NYANYIAN BARU

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di awal tahun baru 2026 ini dengan sukacita Natal yang masih kita rasakan dan tidak akan hilang, Mazmur 149:1 mengajak kita: "Haleluya! Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Mazmur 149 adalah mazmur pujian yang mengajak umat Allah untuk merayakan kebaikan dan kesetiaan-Nya dengan cara yang segar dan penuh sukacita. Mazmur ini ditulis sebagai ungkapan syukur atas pembaruan yang Allah kerjakan dalam hidup umat-Nya. Frasa "nyanyian baru" (shir chadash) dalam bahasa Ibrani bukan sekadar lagu yang belum pernah dinyanyikan, tetapi pujian yang lahir dari pengalaman baru dengan Allah—pengalaman pembaruan, pemulihan, dan karya-Nya yang terus segar dalam hidup kita. Tahun baru adalah babak baru, kesempatan baru, dan itu layak direspons dengan "nyanyian baru." Kata "Haleluya" yang membuka ayat ini adalah seruan sukac...