HIDUP YANG MENGGENAPI, BUKAN MENIADAKAN
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Matius 5:17 mencatat perkataan Yesus: "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapnya." Ayat ini mengajak kita memahami bagaimana seharusnya kita menjalani iman.
Matius 5 adalah bagian dari Khotbah di Bukit, pengajaran terpanjang Yesus yang dicatat dalam Injil. Konteksnya sangat penting: Yesus baru saja mengumumkan Kerajaan Allah dan memanggil murid-murid-Nya. Orang banyak mengikuti-Nya, dan mereka memiliki ekspektasi bahwa Mesias akan mengubah atau bahkan menghapus hukum Taurat yang terasa memberatkan.
Tetapi Yesus mengejutkan mereka dengan pernyataan tegas ini. Kata "meniadakan" dalam bahasa Yunani adalah "kataluo" yang berarti merobohkan, menghancurkan, atau membatalkan. Sebaliknya, kata "menggenapi" adalah "pleroo" yang berarti memenuhi, menyempurnakan, atau membawa ke tujuan akhirnya. Yesus tidak datang untuk menghapus nilai-nilai kebenaran Allah, tetapi untuk menunjukkan makna sejatinya dan menghidupkannya dengan sempurna.
Ini bukan tentang legalisme atau mengikuti aturan secara kaku. Yesus menunjukkan bahwa hukum Allah memiliki spirit yang lebih dalam—tentang kasih, keadilan, dan belas kasihan. Dia menggenapi hukum dengan hidup-Nya yang sempurna dan pengorbanan-Nya di kayu salib.
Bagi kita hari ini—saya, kamu, kita semua—pesan ini sangat relevan. Sering kali kita ingin "meniadakan" hal-hal yang tidak nyaman: komitmen yang sulit, tanggung jawab yang berat, atau nilai-nilai iman yang menantang gaya hidup kita. Kita mencari jalan pintas atau pembenaran untuk mengabaikannya.
Tetapi Yesus mengajar kita untuk "menggenapi"—menjalani iman dengan integritas penuh, menyempurnakan komitmen kita, dan membawa nilai-nilai kebenaran ke dalam setiap aspek kehidupan. Bukan dengan sikap religius yang kaku, tetapi dengan kasih yang autentik.
Marilah kita meneladani Yesus—hidup yang menggenapi panggilan Allah dengan setia dan penuh kasih. Amin.
📖
#HidupMenggenapi #ImanYangAutentik #IntegritasIman #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial
.png)
Komentar
Posting Komentar