Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 28, 2025

ALLAH TAMPIL DENGAN KEMULIAAN-NYA

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa sukacita Natal yang masih hangat di hati kita, Mazmur 50:2-3 menyatakan kebenaran agung: "Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Mazmur 50 adalah mazmur tentang teofani—penampakan Allah yang penuh kemuliaan. Asaf, penulisnya, menggambarkan bagaimana Allah tidak tersembunyi, tetapi menyatakan diri dengan cara yang megah dan tidak bisa diabaikan. Frasa "Allah tampil bersinar" dalam bahasa Ibrani menggunakan kata yang menggambarkan cahaya yang memancar dengan cemerlang. Kemuliaan Allah digambarkan seperti matahari terbit yang mengusir seluruh kegelapan—kehadiran-Nya membawa terang, pengharapan, dan pembaruan. "Dari Sion, puncak keindahan" menunjukkan tempat di mana Allah memilih menyatakan kemuliaan-Nya secara istimewa kepada...

BERAKAR TEGUH DALAM KRISTUS YESUS

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di awal tahun 2026 ini dengan sukacita Natal yang masih sangat terasa, Kolose 2:7 memberikan nasihat penting: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Rasul Paulus menulis kepada jemaat Kolose yang menghadapi ajaran sesat dan goncangan iman. Paulus menekankan pentingnya tetap berakar kuat dalam Kristus Yesus sebagai satu-satunya fondasi hidup yang kokoh dan tidak tergoyahkan. Kata "berakar" (errizōmenoi) dalam bahasa Yunani menggunakan bentuk perfect participle—menunjukkan tindakan yang sudah dimulai dengan dampak berkelanjutan. Seperti pohon besar yang akarnya menghunjam dalam ke tanah untuk mendapat air dan nutrisi, demikian kita harus terus berakar dalam Kristus Yesus. Semakin dalam akar, semakin kuat pohon menghadapi badai. Fras...

GENERASI MUDA YANG MENGUASAI DIRI

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, hari ini kita memasuki tahun baru 2026 dengan penuh pengharapan. Titus 2:6 memberikan nasihat khusus untuk generasi muda: "Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Rasul Paulus menulis surat kepada Titus, pemimpin muda di Kreta, memberikan pedoman untuk membangun jemaat yang sehat. Dalam pasal 2, Paulus memberikan nasihat khusus untuk berbagai kelompok usia, dan kepada orang-orang muda, penekanannya adalah pada penguasaan diri. Kata "menguasai diri" (sōphroneō) dalam bahasa Yunani berarti berpikir sehat, bijaksana, dan memiliki kontrol diri. Ini mencakup kemampuan untuk mengendalikan emosi, hasrat, dan keputusan—tidak dikuasai oleh impuls, tetapi hidup dengan disiplin dan hikmat. Frasa "dalam segala hal" (panta) menegaskan bahwa penguasaan diri ini harus diterapkan di setiap aspek kehidupan—relasi, keuan...

HIDUP DALAM PERLINDUNGAN TUHAN

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, hari ini tanggal 31 Desember 2025, kita berada di hari terakhir tahun ini, dan beberapa saat lagi kita akan memasuki tahun baru 2026. Mazmur 37:5 memberikan nasihat yang indah: "Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Mazmur 37 ditulis oleh Daud di masa tuanya, berbagi kebijaksanaan tentang bagaimana hidup aman dalam perlindungan Tuhan sepanjang perjalanan hidup. Daud, yang telah mengalami berbagai tantangan selama bertahun-tahun, memberikan kesaksian: hidup dalam perlindungan Tuhan dimulai dengan penyerahan total. Kata "Serahkanlah" (galal) dalam bahasa Ibrani berarti "menggulingkan" atau "melimpahkan"—seperti menggulingkan beban berat dari pundak kita kepada Tuhan. Ini bukan penyerahan pasif, tetapi tindakan aktif mempercayakan seluruh hidup kepada perlindungan-Nya. Frasa "percayalah kepada-Nya" ...

KASIH YANG MELAMPAUI SEGALANYA

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal yang masih berlangsung dan beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun baru, Markus 12:31 memberikan pengajaran fundamental dari Yesus: "Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus tentang hukum yang paling utama. Yesus menjawab dengan dua hukum: mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Kedua hukum ini tidak terpisahkan—kita tidak bisa mengasihi Allah tanpa mengasihi sesama manusia. Frasa "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" menggunakan kata "agapao" dalam bahasa Yunani, yang berarti kasih yang tidak bersyarat, kasih yang memilih untuk berbuat baik tanpa mengharapkan balasan. Standarnya adalah "seperti dirimu sendiri"—sama seperti kita secara natural merawat, melindungi, dan m...

 MENDENGAR SUARA ANAK ALLAH MENJELANG TAHUN YANG BARU

Gambar
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal yang masih berlangsung dan beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun yang baru, Yohanes 5:25 memberikan pernyataan luar biasa dari Yesus: "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup." Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Yesus menyatakan kuasa-Nya untuk memberi kehidupan kepada mereka yang mati secara rohani. Frasa "saatnya akan tiba dan sudah tiba" sangat bermakna di saat-saat seperti ini—menunjukkan bahwa karya Kristus bukan hanya untuk masa depan, tetapi juga untuk saat ini. Kata "orang-orang mati" merujuk pada mereka yang mati secara rohani—hidup tanpa pengharapan, terbelenggu dosa dan kegagalan masa lalu. Beberapa hari lagi tahun ini akan berlalu, dan kita sering merenung: berapa banyak kegagalan, kesalahan, dan penyesalan yang kita bawa? Tetapi Yes...

KASIH ALLAH YANG MENANTIKAN KITA

Gambar
  Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal ini, Yudas 1:21 memberikan nasihat yang indah: "Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal." Untuk memahami ayat ini secara mendalam, kita perlu melihat konteks surat Yudas. Yudas, saudara Yesus, menulis surat ini kepada jemaat yang menghadapi ancaman ajaran sesat. Di tengah kesesatan dan godaan dunia, Yudas memberikan nasihat praktis: "Peliharalah dirimu dalam kasih Allah." Frasa "peliharalah dirimu" (tērēsate heautous) dalam bahasa Yunani adalah perintah aktif. Artinya, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri tetap berada dalam kasih Allah—bukan dengan usaha sendiri untuk mendapat kasih-Nya, tetapi dengan tetap hidup dalam kesadaran akan kasih-Nya yang sudah diberikan. Seperti cabang yang tetap melekat pada pokok anggur, kita harus tetap melekat pada kasih Allah. Yang menarik adalah frasa "sambil menan...