ALLAH TAMPIL DENGAN KEMULIAAN-NYA
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa sukacita Natal yang masih hangat di hati kita, Mazmur 50:2-3 menyatakan kebenaran agung: "Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar. Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat."
Untuk memahami ayat ini, kita perlu melihat konteksnya. Mazmur 50 adalah mazmur tentang teofani—penampakan Allah yang penuh kemuliaan. Asaf, penulisnya, menggambarkan bagaimana Allah tidak tersembunyi, tetapi menyatakan diri dengan cara yang megah dan tidak bisa diabaikan.
Frasa "Allah tampil bersinar" dalam bahasa Ibrani menggunakan kata yang menggambarkan cahaya yang memancar dengan cemerlang. Kemuliaan Allah digambarkan seperti matahari terbit yang mengusir seluruh kegelapan—kehadiran-Nya membawa terang, pengharapan, dan pembaruan. "Dari Sion, puncak keindahan" menunjukkan tempat di mana Allah memilih menyatakan kemuliaan-Nya secara istimewa kepada umat-Nya.
Kalimat "tidak akan berdiam diri" sangat kuat—Allah kita bukan Tuhan yang pasif atau diam menyaksikan pergumulan kita. Ia aktif berbicara, bertindak, dan campur tangan dalam sejarah manusia. Gambaran "api menjilat" dan "badai yang dahsyat" menunjukkan kekudusan dan kuasa-Nya yang tidak tertandingi—Ia adalah Allah yang layak disembah dengan penuh hormat dan kekaguman.
Natal mengingatkan kita bahwa Allah yang penuh kemuliaan ini rela tampil dalam kerendahan—lahir sebagai bayi di kandang. Namun kerendahan-Nya tidak mengurangi kemuliaan-Nya. Justru di situlah kemuliaan kasih-Nya paling bersinar.
Janganlah kiranya sukacita perayaan membuat kita melupakan siapa Allah kita yang sesungguhnya. Marilah kita hidup dengan kesadaran akan kemuliaan-Nya—menyembah Dia dengan segenap hati dan hidup yang kudus. Amin.
_
#AllahPenuhKemuliaan #TampilDenganKuasa #AllahYangDasyat #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial
.png)
Komentar
Posting Komentar