KASIH ALLAH YANG MENANTIKAN KITA
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal ini, Yudas 1:21 memberikan nasihat yang indah: "Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal."
Untuk memahami ayat ini secara mendalam, kita perlu melihat konteks surat Yudas. Yudas, saudara Yesus, menulis surat ini kepada jemaat yang menghadapi ancaman ajaran sesat. Di tengah kesesatan dan godaan dunia, Yudas memberikan nasihat praktis: "Peliharalah dirimu dalam kasih Allah."
Frasa "peliharalah dirimu" (tērēsate heautous) dalam bahasa Yunani adalah perintah aktif. Artinya, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga diri tetap berada dalam kasih Allah—bukan dengan usaha sendiri untuk mendapat kasih-Nya, tetapi dengan tetap hidup dalam kesadaran akan kasih-Nya yang sudah diberikan. Seperti cabang yang tetap melekat pada pokok anggur, kita harus tetap melekat pada kasih Allah.
Yang menarik adalah frasa "sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus." Kata "menantikan" (prosdechomenoi) menunjukkan sikap penuh pengharapan dan antisipasi. Kita bukan hanya menunggu pasif, tetapi aktif berharap dengan penuh kerinduan akan kedatangan Kristus yang kedua kali dan "hidup yang kekal" yang Ia janjikan.
Natal mengingatkan kita akan kedatangan Kristus yang pertama—Ia datang sebagai bayi untuk menyelamatkan kita. Kasih Allah yang luar biasa dinyatakan melalui kelahiran-Nya. Sekarang kita hidup di antara dua kedatangan: Natal yang sudah terjadi dan kedatangan-Nya yang kedua yang dinantikan.
Di hari-hari setelah Natal ini, marilah kita tetap menjaga diri dalam kasih Allah, hidup kudus, dan dengan penuh pengharapan menantikan Yesus yang akan datang kembali. Amin.
_
#KasihAllahYangKekal #MenantikanKristus #PengharapanHidup #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial
.png)
Komentar
Posting Komentar