YESUS SANG PENCIPTA SEGALA SESUATU

 


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, di masa perayaan Natal ini, marilah kita merenungkan Yohanes 1:2-3 yang menyatakan kebenaran agung tentang identitas Kristus: "Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan."


Untuk memahami kedalaman ayat ini, kita perlu menggali konteks teologis Injil Yohanes. Rasul Yohanes menulis injilnya untuk menegaskan keilahian Yesus Kristus. Kata "Ia" merujuk pada "Firman" (Logos) dalam ayat 1, yaitu Yesus sendiri. Frasa "pada mulanya" (en arche) menunjukkan keberadaan Kristus sebelum penciptaan—Ia adalah Allah yang kekal, bukan makhluk ciptaan.


Ayat 3 menegaskan peran Kristus dalam penciptaan: "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia." Kata "segala sesuatu" (panta) dalam bahasa Yunani bersifat universal—tidak ada pengecualian. Langit, bumi, bintang-bintang, malaikat, manusia—semuanya diciptakan melalui Yesus. Kalimat "tanpa Dia tidak ada suatu pun" memperkuat bahwa Kristus adalah satu-satunya agen penciptaan bersama Bapa dan Roh Kudus.


Inilah paradoks Natal yang mengagumkan: Sang Pencipta alam semesta yang mahakuasa rela dilahirkan sebagai bayi tak berdaya di kandang Betlehem. Tangan yang membentangkan langit, kini menjadi tangan mungil bayi. Firman yang menciptakan segala sesuatu, kini menangis meminta susu.


Natal mengingatkan kita bahwa Yesus bukan sekadar guru moral atau nabi—Ia adalah Pencipta yang menjelma menjadi manusia untuk menebus ciptaan-Nya yang jatuh dalam dosa. Apakah kita menghormati Dia sebagai Tuhan dan Pencipta kita? Marilah kita menyembah Yesus, Sang Pencipta yang mengasihi kita hingga rela menjadi seperti kita. Amin.


_


#YesusSangPencipta #FirmanYangMenjelma #KeajaibanNatal #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial

Komentar

Postingan lain

MENJADI BAGIAN DARI KARYA TUHAN

NAMA DI ATAS SEGALA NAMA: YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM 

HIDUP DALAM KASIH DAN KERENDAHAN HATI