MENJADI BAGIAN DARI KARYA TUHAN

 


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Lukas 1:76 menyatakan nubuat Zakharia tentang bagaimana anaknya akan menjadi bagian dari karya besar Allah. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari keterlibatan dalam rencana Allah yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua dalam memahami bahwa hidup kita memiliki makna ketika menjadi bagian dari karya-Nya.


Zakharia bernubuat kepada Yohanes yang baru lahir: "Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya." Perkataan ini mengungkapkan kebenaran mengagumkan—seorang bayi kecil telah dipilih Allah untuk menjadi bagian integral dari rencana penyelamatan terbesar dalam sejarah. Yohanes bukan penonton, tetapi pelaku. Dia bukan hanya menyaksikan kedatangan Mesias, tetapi aktif mempersiapkan jalan bagi-Nya. Demikian juga saya, kamu, dan kita semua dipanggil menjadi bagian aktif dari karya Allah, bukan sekadar penonton pasif.


Mari kita renungkan frasa "engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya." Allah Yang Mahakuasa yang tidak membutuhkan bantuan siapa pun memilih melibatkan Yohanes dalam karya-Nya. Ini menunjukkan bahwa Allah menghormati manusia dengan mengajak kita berpartner dengan-Nya. Saya seringkali merasa hidupku terlalu kecil untuk berdampak dalam rencana Allah yang besar. Kamu mungkin berpikir kontribusimu tidak signifikan. Namun Yohanes mengajarkan kita bahwa Allah dengan sengaja merancang tempat bagi setiap orang—termasuk saya, termasuk kamu—dalam karya-Nya yang agung.


"Akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi" menunjukkan bahwa menjadi bagian dari karya Allah memberikan identitas dan makna sejati dalam hidup. Yohanes bukan sekadar anak seorang imam, tetapi nabi yang dipilih Allah. Identitas tertingginya bukan dari keturunan atau pencapaian pribadi, tetapi dari keterlibatannya dalam misi Allah. Demikian juga, hidup saya mendapat makna sejati ketika menjadi bagian dari karya Allah—bukan dari jabatan, harta, atau prestasi duniawi. Kamu juga menemukan tujuan hidup yang paling dalam ketika menyadari bahwa Allah telah merancang peran khusus bagimu dalam rencana-Nya. Kita semua diciptakan bukan untuk hidup bagi diri sendiri, tetapi untuk menjadi bagian dari narasi besar karya penebusan Allah.


"Untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya" mengungkapkan spesifikasi peran Yohanes dalam karya Allah. Allah tidak hanya melibatkan kita secara umum, tetapi memberikan tugas spesifik. Saya perlu bertanya: apa peran spesifikku dalam karya Allah? Mungkin mempersiapkan jalan Kristus di lingkungan kerjaku dengan menjadi saksi yang setia. Mungkin di keluargaku dengan menjadi teladan iman. Kamu juga memiliki peran unik—mungkin melayani orang-orang yang terpinggirkan, mungkin mengajar anak-anak, mungkin mendukung pelayanan dengan doamu dan pemberianmu. Kita semua memiliki kontribusi spesifik yang dirancang Allah sesuai dengan talenta, posisi, dan kesempatan yang Dia berikan kepada kita masing-masing.


Dalam konteks menyambut Natal, kita merayakan karya terbesar Allah—inkarnasi, Allah menjadi manusia. Namun karya itu tidak berhenti di Betlehem. Allah terus bekerja hari ini, dan Dia mengundang saya untuk terlibat. Pertanyaan untuk saya: bagaimana aku bisa menjadi bagian dari karya Allah di musim Natal ini? Mungkin dengan membagikan kasih Kristus kepada yang kesepian, memberikan kepada yang berkekurangan, atau mengundang orang untuk mengenal Yesus. Untuk kamu: apa yang bisa kamu lakukan untuk menjadi berkat dan memperluas Kerajaan Allah? Untuk kita semua: apakah kita menjalani Natal hanya untuk diri sendiri, atau melihatnya sebagai kesempatan melibatkan diri dalam misi Allah?


Menjadi bagian dari karya Allah adalah privilege terbesar dalam hidup. Saya tidak diciptakan untuk mengejar mimpi-mimpiku sendiri saja, tetapi untuk berpartisipasi dalam rencana kekal Allah. Kamu tidak hidup tanpa tujuan—Allah telah merancang tempat khusus bagimu dalam karya-Nya. Kita semua dipanggil keluar dari kehidupan yang berpusat pada diri sendiri menuju kehidupan yang bermakna sebagai mitra Allah dalam misi-Nya di dunia.


Hari ini, mari saya, kamu, dan kita semua merespons panggilan untuk menjadi bagian dari karya Tuhan. Hiduplah dengan kesadaran bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk berpartner dengan Allah, dan setiap tindakan kasih adalah kontribusi dalam rencana-Nya yang agung. Amin!



_


#BagianDariKaryaTuhan #KaryaTuhan #HidupBermakna #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial 

Komentar

Postingan lain

“KEADILAN: SUKACITA BAGI ORANG BENAR, KETAKUTAN BAGI YANG JAHAT”

KESELAMATAN HANYA DALAM TUHAN YESUS