JANGAN TAKUT: KABAR SUKACITA UNTUK KITA

 


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Lukas 2:11 menyatakan berita yang kita rayakan malam ini dengan penuh sukacita. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari kabar sukacita yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua di malam Natal ini—bahwa pesan surga adalah pengusiran ketakutan dan pemberian sukacita sejati.


Malaikat berkata kepada para gembala di malam yang sunyi: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud." Malam itu, para gembala sedang menjaga kawanan mereka dalam ketakutan—takut akan binatang buas, takut akan perampok, takut akan masa depan yang tidak pasti. Namun malam itu berubah menjadi malam paling istimewa karena surga berbicara: "Jangan takut!"


Mari kita renungkan kata pembuka "jangan takut" di malam Natal ini. Kata-kata ini bukan sekadar basa-basi, tetapi perintah penuh kuasa dari surga. Saya datang ke perayaan malam ini membawa berbagai ketakutan—takut akan tahun depan yang penuh ketidakpastian, takut menghadapi masalah yang belum terselesaikan, takut akan kegagalan, bahkan takut bahwa dosaku terlalu besar untuk diampuni. Kamu mungkin juga hadir malam ini dengan beban ketakutan yang berat—takut sendirian, takut tidak cukup baik, takut masa depan hubunganmu, takut kondisi kesehatanmu. Kita semua, di balik senyum dan perayaan, membawa ketakutan tersembunyi. Namun malam ini, surga menyatakan kepada kita: "Jangan takut!"—bukan karena masalah kita hilang, tetapi karena Juruselamat sudah datang.


"Aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa" adalah janji universal dengan aplikasi personal. Kabar ini untuk "seluruh bangsa"—tidak ada yang dikecualikan, tidak ada yang terlalu jahat, tidak ada yang terlalu rusak. Namun disampaikan "kepadamu"—kepada saya secara pribadi, kepada kamu secara individual. Malam ini, saya perlu mendengar bahwa kesukaan surgawi ini ditujukan untukku, bukan hanya untuk orang-orang yang lebih baik dariku. Kamu perlu menerima bahwa meskipun tahun ini sulit, meskipun kamu merasa gagal, kabar sukacita ini tetap untukmu. Kita semua—dengan segala kekacauan, kegagalan, dan ketidaksempurnaan kita—adalah penerima kesukaan besar ini malam ini.


"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat" menjadi sangat real di malam Natal ini. Kata "hari ini" bukan menunjuk ke masa lalu yang jauh, tetapi ke kekinian. Malam ini, saat kita berkumpul merayakan Natal, Kristus hadir bagi kita. Saya tidak hanya mengenang sejarah 2000 tahun lalu—saya mengalami kehadiran Kristus yang hidup malam ini, di sini, dalam situasiku yang konkret. Kamu tidak sekadar ikut perayaan—kamu diundang berjumpa dengan Juruselamat yang lahir bagimu, yang hadir malam ini untuk menjawab kebutuhanmu yang paling dalam. Kita semua merayakan bukan tradisi kosong, tetapi kedatangan nyata Juruselamat ke dalam kehidupan kita malam ini.


"Bagimu" adalah kata yang paling mengubah hidup. Kristus lahir "bagi kita"—bagi saya dengan segala dosa dan kegagalanku, bagi kamu dengan segala luka dan kepahitanmu, bagi kita semua dengan segala keterbatasan kita. Malam ini, ketika lilin-lilin Natal dinyalakan, ketika lagu "Malam Kudus" dinyanyikan, mari kita benar-benar merenungkan: Kristus lahir bagiku. Dia memikirkanku ketika meninggalkan tahta surga. Dia datang untukku, demi aku. Dan bagi kamu—malam ini bukanlah kebetulan bahwa kamu ada di sini. Allah ingin kamu tahu: Kristus lahir bagimu, dengan segala apa adanya kamu.


"Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan" adalah identitas yang memberikan kepastian. Dia bukan sekadar bayi di palungan, tetapi Juruselamat yang berkuasa menyelamatkan kita sepenuhnya dari dosa dan maut. Malam ini, saya membutuhkan Juruselamat—tidak ada usahaku yang cukup, tidak ada kebaikanku yang mampu menyelamatkan diriku. Kamu juga membutuhkan-Nya—tahun ini mungkin membuktikan bahwa kamu tidak bisa mengandalkan kekuatanmu sendiri. Kita semua memerlukan Juruselamat, dan malam ini kita merayakan bahwa Dia sudah datang, sudah hadir, sudah tersedia bagi kita.


Malam ini, pertanyaan untuk saya, kamu, dan kita semua adalah: apakah kita akan merayaan Natal ini dengan hati yang berubah? Apakah kita akan melepaskan ketakutan-ketakutan kita dan menerima kesukaan yang Allah tawarkan? Apakah kita akan membuka hati bagi Juruselamat yang lahir bagi kita?


Malam ini, marilah kita—saya, kamu, dan siapapun kita merespons dengan iman. Jangan takut lagi—Juruselamat sudah lahir bagi kita. Terima kabar sukacita ini, biarkan Kristus masuk ke dalam setiap ketakutanmu, dan rayakan Natal dengan sukacita sejati. Selamat Malam Natal dan Selamat Menyambut Hari Natal. Amin!


_


#JanganTakut #KabarSukacita #NatalBersamaKristus #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial 

Komentar

Postingan lain

MENJADI BAGIAN DARI KARYA TUHAN

NAMA DI ATAS SEGALA NAMA: YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM 

HIDUP DALAM KASIH DAN KERENDAHAN HATI