JURUSELAMAT KITA, RAJA SEGALA RAJA
Lukas 2:14
"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya."
Hari ini, kita merayakan Natal dengan nyanyian malaikat yang bergema dari langit Betlehem: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Kata-kata ini bukan sekadar lagu indah, tetapi proklamasi tentang kelahiran seorang Raja yang berbeda dari semua raja - Raja yang turun dari tahta-Nya untuk membawa damai yang sejati kepada kita semua.
Saya sering bertanya pada diri sendiri: di mana saya mencari damai? Sepanjang tahun ini, berapa kali saya berlari ke sana kemari mencari ketenangan hati - dalam kesibukan, dalam pencapaian, dalam hubungan, bahkan dalam hal-hal baik sekalipun. Namun ketenangan itu selalu sementara, selalu pudar, selalu meninggalkan saya dalam kekosongan yang sama. Natal mengingatkan saya bahwa damai yang saya cari hanya ada dalam satu pribadi: Yesus Kristus, Juruselamat kita, Raja segala raja. Bukan damai karena semua masalah selesai, tetapi damai di tengah badai karena Ia beserta saya.
Kita semua diundang untuk berhenti sejenak dan mendengar suara malaikat itu kembali. "Kemuliaan bagi Allah" - bukan kemuliaan bagi pencapaian kita, bukan kemuliaan bagi usaha kita, tetapi kemuliaan bagi Allah yang rela turun menyelamatkan kita. Ini adalah pengingat bahwa hidup ini bukan tentang saya yang naik mencapai Allah, tetapi tentang Allah yang turun mencari saya yang terhilang. Raja segala raja ini tidak menunggu saya menjadi sempurna, tetapi datang ketika saya masih jauh, masih berantakan, masih penuh dosa.
Betapa sering saya hidup seolah-olah saya adalah raja atas hidup saya sendiri. Saya yang mengatur, saya yang mengendalikan, saya yang memutuskan segala sesuatu sesuai kehendak saya. Namun Natal bertanya kepada saya: apakah Yesus benar-benar Raja dalam hidupmu? Bukan hanya Raja yang kamu akui di gereja, tetapi Raja yang kamu taati dalam keputusan sehari-hari? Pertanyaan ini menusuk hati saya, memaksa saya untuk jujur tentang siapa yang sebenarnya duduk di tahta hati saya. Apakah Ia benar-benar Tuhan atas waktu saya, uang saya, hubungan saya, ambisi saya, atau hanya saya yang memegang kendali?
Frasa "damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" membawa pengharapan bagi kita semua. Damai ini bukan hanya untuk orang-orang yang merasa layak atau sudah baik. Para gembala sederhana yang dianggap rendah adalah yang pertama mendengar kabar ini. Mereka bukan orang-orang religius, bukan pemimpin masyarakat, bukan orang-orang yang sempurna. Mereka adalah orang-orang biasa, bahkan terpinggirkan. Namun mereka dipilih untuk menerima kabar tentang Juruselamat yang lahir. Ini berarti kita semua - yang kaya dan miskin, yang merasa layak dan yang merasa tidak layak - diundang untuk menerima damai dari Raja ini. Tidak ada yang terlalu berdosa, tidak ada yang terlalu jauh, tidak ada yang terlalu rusak untuk menerima kasih-Nya.
Dalam kesibukan perayaan Natal dengan semua kemeriahannya, mudah bagi kita untuk melupakan inti dari semuanya. Kita sibuk dengan hadiah, makanan, dekorasi, dan kumpul keluarga - semuanya baik dan indah. Namun jika kita melewatkan kesempatan untuk benar-benar menyambut Yesus sebagai Juruselamat dan Raja kita, maka kita melewatkan Natal yang sesungguhnya. Perayaan tanpa perjumpaan dengan Pribadi yang kita rayakan hanyalah ritual kosong, tradisi tanpa makna.
Saya memilih untuk tidak hanya merayakan kelahiran Yesus sebagai peristiwa masa lalu, tetapi menerima-Nya sebagai Raja yang hidup dan berkuasa atas hidupku sekarang. Saya ingin damai-Nya memerintah dalam hatiku - damai yang membuat saya bisa melepaskan kegelisahan, memaafkan orang yang menyakiti, melayani dengan sukacita, dan hidup dengan pengharapan. Tanpa Dia, saya tidak memiliki damai sejati. Dengan Dia, saya memiliki segalanya yang saya butuhkan.
Bagi mereka yang belum mengenal Yesus secara pribadi, Natal adalah undangan terbuka. Raja ini tidak menuntut kesempurnaan sebelum Anda datang kepada-Nya. Justru Ia datang karena kita tidak sempurna, karena kita membutuhkan penyelamat. Datanglah kepada-Nya apa adanya, dengan segala kekacauan, dosa, dan kegagalan Anda. Ia siap menerima dan memberikan damai yang sejati - damai yang tidak bisa diberikan oleh apapun atau siapapun di dunia ini.
Ya Tuhan Yesus, Juruselamat dan Raja kami, hari ini kami bersyukur atas kelahiran-Mu. Kami memilih untuk memberikan kemuliaan bagi-Mu, bukan bagi diri kami sendiri. Kami menerima damai yang Engkau tawarkan dan menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. Maafkan kami yang sering hidup seolah kami adalah tuan atas hidup kami sendiri. Memerintahlah dalam hati kami, bukan hanya hari ini, tetapi setiap hari. Engkau adalah Juruselamat kami, Raja segala raja. Selamat Natal. Amin.
_
#DamaiNatal #KemuliaanBagiAllah #RajaSegalaRaja #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial
.png)
Komentar
Posting Komentar