MERENUNGKAN KARYA ALLAH YANG BESAR
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Lukas 2:19 mengungkapkan respons Maria yang bijaksana terhadap karya Allah yang luar biasa. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari perenungan yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua dalam menghargai dan memahami besarnya karya Allah di tengah kehidupan kita.
Lukas mencatat bahwa setelah menyaksikan peristiwa-peristiwa ajaib seputar kelahiran Yesus—kunjungan malaikat, kelahiran mujizat, kesaksian para gembala—"Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya." Maria baru saja mengalami karya Allah yang paling besar dalam sejarah manusia: melahirkan Juruselamat dunia. Namun responsnya bukan hiruk-pikuk atau pamer, melainkan keheningan yang penuh makna—menyimpan dan merenungkan. Ini mengajarkan saya, kamu, dan kita semua cara merespons ketika Allah melakukan hal-hal besar dalam hidup kita.
Mari kita renungkan konteks "segala perkara itu." Perkara-perkara yang Maria simpan bukanlah hal-hal kecil—ini adalah kelahiran Mesias, penggenapan nubuat berabad-abad, intervensi langsung Allah dalam sejarah manusia. Karya Allah yang besar sering terjadi dalam hidup saya, tetapi seringkali saya tidak menyadarinya karena tidak merenungkan. Kamu mungkin juga telah mengalami mujizat-mujizat Allah—jawaban doa, pemeliharaan-Nya, pertolongan-Nya di saat sulit—tetapi membiarkannya berlalu tanpa apresiasi mendalam. Kita semua perlu mata yang terbuka untuk mengenali karya Allah yang besar, bahkan ketika terjadi dalam bungkus kesederhanaan.
"Menyimpan di dalam hatinya" berbicara tentang menghargai karya Allah sebagai harta yang paling berharga. Maria tidak memperlakukan pengalamannya sebagai cerita biasa untuk dibagikan kepada semua orang, tetapi sebagai harta sakral yang dijaga dalam-dalam. Saya perlu belajar bahwa tidak semua pengalaman dengan Allah harus segera dibagikan ke media sosial atau diceritakan kepada semua orang. Ada keintiman yang perlu dijaga. Kamu dipanggil untuk menghargai karya Allah dalam hidupmu sebagai sesuatu yang sangat berharga dan personal. Kita semua membutuhkan ruang pribadi dengan Allah, tempat kita menyimpan karya-Nya yang besar di tempat paling dalam dalam hati kita.
"Dan merenungkannya" adalah kunci untuk memahami kebesaran karya Allah. Perenungan membuat saya melihat koneksi antara satu peristiwa dengan yang lain, memahami pola karya Allah, dan menangkap makna yang lebih dalam. Maria merenungkan: mengapa Allah memilihku? Apa artinya bayi ini bagi dunia? Bagaimana semua ini berhubungan dengan janji Allah kepada Israel? Kamu juga perlu merenungkan: bagaimana Allah bekerja dalam hidupku selama ini? Apa pola yang bisa kulihat? Apa yang Allah sedang ajarkan kepadaku? Kita semua perlu waktu untuk merenungkan agar tidak melewatkan pelajaran berharga dari karya Allah yang besar.
Dalam persiapan menyambut Natal, kita merayakan karya Allah yang paling besar—inkarnasi, Allah menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Namun pertanyaan untuk saya adalah: apakah aku benar-benar merenungkan betapa besarnya karya ini? Untuk kamu: apakah kamu menyadari bahwa kelahiran Kristus adalah respons Allah terhadap ketidakmampuan total manusia menyelamatkan diri sendiri? Untuk kita semua: apakah kita merenungkan bahwa Natal adalah bukti bahwa Allah begitu mengasihi kita sehingga tidak tinggal diam melihat kita binasa?
Karya Allah yang besar memerlukan perenungan yang mendalam. Saya tidak bisa memahami kebesaran kasih Allah dengan sekilas pandang. Kamu membutuhkan waktu untuk duduk, diam, dan merenungkan betapa luar biasanya Allah yang rela meninggalkan tahta-Nya untuk datang ke dunia yang penuh dosa ini. Kita semua dipanggil untuk tidak hanya sibuk merayakan Natal, tetapi merenungkan kebesaran karya penebusan yang Kristus kerjakan.
Hari ini, marilah kita—saya, kamu, dan dan siapapun kita mengikuti teladan Maria—merenungkan karya Allah yang besar dengan hati yang penuh syukur dan takjub. Biarkan perenungan ini mengubah cara kita melihat Natal dan cara kita hidup. Amin!
_
#MerenungkanKaryaAllah #KaryaYangBesar #KebesaranAllah #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial

Komentar
Posting Komentar