JALAN DARI TUHAN DAN UNTUK TUHAN
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Yesaya 40:3 menyerukan kebenaran mendalam tentang persiapan kedatangan Mesias. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari jalan yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua dalam menyambut kedatangan Kristus ke dunia dan ke dalam hati kita.
Yesaya menubuatkan seruan untuk mempersiapkan "jalan untuk TUHAN" menjelang kedatangan Mesias. Nubuat ini digenapi ketika Yohanes Pembaptis mempersiapkan hati bangsa Israel menerima Yesus. Namun ayat ini mengungkapkan kebenaran ganda: Kristus adalah jalan yang berasal dari Tuhan (inisiatif Allah mengirim Juruselamat) dan kita dipanggil mempersiapkan jalan untuk menyambut kedatangan-Nya ke dalam hidup kita pribadi.
Mari kita renungkan dimensi pertama: "jalan dari Tuhan." Kelahiran Kristus adalah inisiatif Allah, bukan hasil usaha manusia. Sebelum saya menyadari kebutuhanku, Tuhan telah mengutus Anak-Nya. Sebelum kamu mencari keselamatan, Dia telah menyediakan Juruselamat. Sebelum kita semua meminta pertolongan, Natal telah menjadi jawaban Allah—Kristus adalah jalan keselamatan yang berasal dari kasih dan kedaulatan Allah sendiri, bukan dari kebaikkan atau usaha kita.
Namun dimensi kedua sama pentingnya: kita mempersiapkan "jalan untuk Tuhan." Meskipun Kristus sudah lahir 2000 tahun lalu, pertanyaannya adalah: apakah saya sudah mempersiapkan jalan bagi-Nya masuk ke dalam hidupku secara pribadi? Apakah kamu sudah membuka pintu hatimu bagi-Nya? Apakah kita semua benar-benar menyambut kedatangan-Nya, bukan hanya merayakan Natal secara seremonial tetapi membiarkan Kristus memerintah dalam setiap aspek hidup kita?
"Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN" berbicara tentang kondisi hati kita yang perlu dipersiapkan. Saya perlu mengakui bahwa tanpa Kristus, hatiku adalah padang gurun yang kering—penuh kekosongan, kehausan rohani, dan kebutuhan akan Juruselamat. Kamu juga mungkin merasakan keringnya hidup tanpa Dia. Kita bersama dipanggil untuk mengakui bahwa kita membutuhkan Kristus, bukan sekadar merayakan kelahiran-Nya sebagai tradisi, tetapi menyambut-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
"Luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita" berarti menghilangkan penghalang yang menghalangi Kristus masuk ke dalam hidup kita. Saya perlu meluruskan prioritas—apakah Natal hanya tentang hadiah dan pesta, atau tentang menyambut Kristus? Kamu perlu memeriksa motivasi—apakah perayaanmu berpusat pada diri sendiri atau pada Kristus? Kita semua perlu meluruskan hati: dosa harus diakui, kesombongan harus direndahkan, kepahitan harus dilepaskan—agar jalan bagi Kristus benar-benar lurus dan siap.
Dalam menyambut Natal, kita merayakan bahwa Kristus adalah jalan yang Allah sediakan—Dialah "Jalan, Kebenaran, dan Hidup" yang datang dari surga ke dunia. Namun kita juga dipanggil mempersiapkan jalan pribadi kita bagi-Nya. Natal sejati terjadi ketika saya, kamu, dan kita masing-masing membuka hati dan berkata: "Datanglah, Tuhan Yesus, masuklah ke dalam hidupku dan perintahlah atas segalanya."
Hari ini, mari kita merayakan jalan dari Tuhan—syukur untuk Kristus yang datang. Dan mari kita persiapkan jalan untuk Tuhan—hati yang siap menyambut-Nya dengan sungguh-sungguh. Amin!
_
#JalanDariTuhan #MenyambutKristus #PersiapanNatal #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial

Komentar
Posting Komentar