DIPILIH UNTUK RENCANA YANG MULIA

 


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Lukas 1:26-27 mengisahkan pemilihan ilahi yang mengubah kehidupan seorang perawan muda. Untuk memahami kedalaman kebenaran ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari pemilihan Allah yang sangat relevan bagi perjalanan iman pribadi saya, kamu, dan kita semua dalam memahami bahwa Allah memilih kita untuk rencana-Nya yang mulia.


Lukas mencatat bahwa Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke Nazaret, kepada seorang perawan bernama Maria. Pemilihan ini bukan kebetulan. Dari sekian banyak perempuan di Israel, dari sekian banyak kota yang ada, Allah secara spesifik memilih Maria dari Nazaret untuk menjadi ibu dari Juruselamat dunia. Ini adalah pemilihan yang penuh maksud dan tujuan—Allah memilih Maria untuk rencana penyelamatan yang paling mulia dalam sejarah kemanusiaan.


Mari kita renungkan frasa "Allah menyuruh malaikat Gabriel." Inisiatif datang sepenuhnya dari Allah. Maria tidak melamar untuk posisi ini, tidak mencalonkan diri, bahkan mungkin tidak pernah membayangkan akan dipilih untuk tugas sedemikian besar. Demikian juga dalam hidup saya—sebelum saya menyadari, Allah telah memilih saya untuk rencana-Nya. Sebelum kamu mengerti, Dia telah menetapkan tujuan bagimu. Sebelum kita semua lahir, Allah sudah merancang panggilan mulia untuk masing-masing kita.


"Kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud" menunjukkan identitas spesifik Maria. Allah tidak memilih secara acak atau tanpa pertimbangan. Dia memilih Maria secara personal—dengan latar belakangnya, dengan situasinya, dengan kepribadiannya. Ini menghibur saya bahwa Allah memilih saya bukan karena saya sempurna, tetapi karena Dia punya rencana khusus yang cocok dengan siapa saya. Kamu dipilih bukan karena kamu tidak punya kelemahan, tetapi karena Allah punya tujuan mulia yang dirancang khusus untukmu.


"Nama perawan itu Maria" menegaskan pemilihan yang sangat personal. Bukan "seorang perempuan," bukan "seseorang," tetapi "Maria"—dengan nama, dengan identitas unik, dengan cerita pribadi. Allah memanggil saya dengan namaku, memanggil kamu dengan namamu. Kita masing-masing dipilih secara pribadi dan personal untuk rencana-Nya yang mulia. Tidak ada yang terpilih secara massal atau kolektif—setiap pemilihan Allah sangat individual dan penuh makna.


Pertanyaan untuk saya adalah: apakah saya percaya Allah telah memilih saya untuk sesuatu yang mulia? Atau saya masih merasa hidupku tidak punya tujuan yang signifikan? Pertanyaan untuk kamu: apakah kamu melihat hidupmu sebagai kebetulan, atau sebagai hasil pemilihan ilahi yang penuh maksud? Pertanyaan untuk kita semua: apakah kita hidup dengan kesadaran bahwa kita dipilih untuk rencana Allah yang lebih besar dari diri kita sendiri?


Rencana mulia Allah untuk Maria adalah melahirkan Juruselamat. Namun rencana-Nya tidak berhenti di situ—Dia terus memilih orang-orang biasa untuk tujuan-tujuan luar biasa. Saya dipilih untuk membawa Kristus ke dalam lingkungan kerjaku, ke dalam keluargaku, ke dalam komunitasku. Kamu dipilih untuk menjadi terang di tempat yang gelap, menjadi berkat di tengah kutukan, menjadi harapan di tengah keputusasaan. Kita semua dipilih untuk melanjutkan misi Kristus di dunia ini.


Dalam menyambut Natal, kita merayakan bukan hanya pemilihan Maria, tetapi juga pemilihan kita sendiri. Maria merespons dengan "Aku ini hamba Tuhan." Bagaimana dengan respons saya? Bagaimana dengan responsmu? Apakah kita mau menerima pemilihan Allah dengan rendah hati dan ketaatan?


Hari ini, marilah kita – saya, kamu, dan kita semua hidup dengan kesadaran bahwa kita dipilih. Bukan untuk hidup biasa-biasa saja, tetapi untuk rencana yang mulia. Terima pemilihanmu, jalani panggilanmu, genapi tujuanmu. Amin!



_


#DipilihAllah #RencanaMulia #PanggilanIlahi #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial 

Komentar

Postingan lain

MENJADI BAGIAN DARI KARYA TUHAN

NAMA DI ATAS SEGALA NAMA: YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM 

HIDUP DALAM KASIH DAN KERENDAHAN HATI