KASIH ALLAH YANG TIDAK BERUBAH

 


Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Roma 5:8 adalah pernyataan paling indah tentang kasih Allah yang tidak bersyarat. Untuk memahami kedalaman kasih ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari ayat yang mengubahkan ini.


Rasul Paulus menulis surat Roma untuk menjelaskan Injil secara sistematis kepada jemaat di Roma. Dalam pasal 5, setelah menjelaskan pembenaran oleh iman, Paulus menunjukkan fondasi dari pembenaran itu—yaitu kasih Allah yang luar biasa. Ayat 8 adalah puncak dari argumen Paulus tentang kasih Allah yang tidak tergantung pada kelayakan kita.


Paulus memulai dengan pernyataan yang kontras: "akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita." Kata "akan tetapi" menunjukkan kontras yang tajam dengan kondisi kita. "Menunjukkan" dalam bahasa Yunani adalah "synistemi" yang berarti membuktikan, mendemonstrasikan dengan bukti yang jelas. Allah tidak hanya mengatakan Dia mengasihi kita, tetapi Dia membuktikannya dengan tindakan nyata.


Kemudian Paulus menjelaskan bagaimana Allah menunjukkan kasih-Nya: "oleh karena Kristus telah mati untuk kita." Kata "untuk" adalah "hyper" yang berarti sebagai pengganti, demi kepentingan kita. Kristus mati bukan karena dosa-Nya sendiri—Dia tidak berdosa—tetapi sebagai pengganti kita yang berdosa. Kematian-Nya di kayu salib adalah bukti kasih Allah yang paling agung.


Bagian yang paling mengejutkan adalah timing dari kasih ini: "ketika kita masih berdosa." Kata "masih" menunjukkan kondisi kita pada saat Kristus mati untuk kita—kita tidak layak, tidak kudus, masih memberontak terhadap Allah. Ini adalah kasih yang tidak bersyarat, kasih yang tidak menunggu kita menjadi baik terlebih dahulu. Allah mengasihi kita bukan karena kita layak, tetapi karena itulah natur-Nya.


Kasih Allah berbeda radikal dengan kasih manusia. Manusia biasanya mengasihi orang yang layak dikasihi, yang baik kepada mereka. Tetapi Allah mengasihi musuh-musuh-Nya, orang-orang yang memberontak terhadap-Nya.


Hari ini, renungkanlah kasih Allah yang luar biasa ini. Dia mengasihi kamu bukan karena kamu sempurna, tetapi ketika kamu masih berdosa. Kristus telah mati untukmu. Kasih ini seharusnya mengubah cara kamu hidup—hidup dalam ucapan syukur dan ketaatan kepada-Nya. Amin.



_


#KasihAllahYangTidakBerubah #KristusMatiUntukKita #KasihYangTidakBersyarat #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial 

Komentar

Postingan lain

TETAP BERPEGANG PADA KEBENARAN KRISTUS

🕊️ DAMAI SEJATI DARI KRISTUS

HIDUP YANG DIPENUHI SYUKUR DAN DOA