ALLAH YANG MENYERTAI DAN MENOLONG
Saudara-saudaraku yang dikasihi Tuhan, Yesaya 41:10 adalah salah satu ayat penghiburan paling indah dalam Alkitab. Untuk memahami kedalaman penghiburan ini, kita perlu menggali konteks dan makna dari setiap janji yang Allah berikan.
Nabi Yesaya menulis kitab ini pada masa yang sangat sulit bagi bangsa Israel. Mereka menghadapi ancaman dari bangsa-bangsa besar di sekitar mereka dan akan mengalami pembuangan ke Babel. Di tengah ketakutan dan keputusasaan inilah Allah berbicara melalui Yesaya memberikan penghiburan dan jaminan. Pasal 40-55 sering disebut sebagai "Kitab Penghiburan" karena penuh dengan janji-janji pemulihan dan kehadiran Allah yang setia.
Allah memulai dengan perintah: "janganlah takut." Dalam bahasa Ibrani, frasa ini berbentuk perintah yang tegas, bukan sekadar saran atau anjuran. Ketakutan adalah respons natural manusia terhadap ancaman, tetapi Allah memerintahkan umat-Nya untuk tidak takut. Kemudian Dia memberikan alasan pertama: "sebab Aku menyertai engkau." Kata "menyertai" dalam bahasa Ibrani adalah "immak" yang berarti bersama dengan, hadir bersama. Ini bukan kehadiran yang jauh atau pasif, tetapi kehadiran yang intim dan aktif. Allah tidak meninggalkan kita sendirian dalam pergumulan.
Allah melanjutkan: "janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu." Kata "bimbang" berarti gelisah, cemas, atau tidak tenang. Allah melarang kecemasan karena Dia adalah "Allahmu"—Allah pribadi yang memiliki hubungan covenant dengan umat-Nya. Ini bukan Allah yang jauh dan tidak peduli, tetapi Allah yang telah mengikat diri-Nya dalam perjanjian untuk menjadi Allah kita.
Kemudian Allah memberikan tiga janji konkret yang luar biasa. Pertama, "Aku akan meneguhkan." Kata "meneguhkan" berarti menguatkan, membuat kokoh, memberikan kekuatan. Ketika kita lemah, Allah memberikan kekuatan-Nya. Kedua, "bahkan akan menolong engkau." Kata "menolong" menunjukkan Allah tidak hanya memberi kekuatan tetapi juga turun tangan secara aktif membantu kita. Ketiga, "Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan." Tangan kanan dalam budaya Timur Tengah melambangkan kekuatan dan kuasa. Allah memegang kita dengan tangan yang penuh kuasa—tangan yang sama yang menciptakan alam semesta, yang membelah Laut Merah, dan yang membangkitkan Yesus dari kematian.
Hari ini, apapun ketakutan yang sedang kita hadapi—entah ketakutan akan masa depan, penyakit, kegagalan, atau kehilangan—dengarkan suara Allah yang berkata "janganlah takut." Dia menyertai kita, Dia Allah kita, Dia akan meneguhan kita, menolong kita, dan memegang tangan kita. Kamu tidak sendirian dalam pergumulan kita. Allah yang mahakuasa sedang memegang tangan kita membawa kemenangan. Amin!
_
#JanganTakut #AllahMenyertai #TanganTuhanMenopang #PenuhHarapan #PenuhHarapanOfficial

Komentar
Posting Komentar