Selasa, 8 Agustus 2023

BERANI KARENA DILAYAKKAN

(Bacaan: Yesaya 6:6-8)


Salah satu alasan yang digunakan seseorang untuk menghindar saat diminta untuk bersaksi adalah, “Ah saya kurang cocok/layak untuk bersaksi, hidup saya terlalu banyak dosa.” Kita mungkin pernah mendengar kalimat seperti itu atau bisa jadi kita pernah menggunakan alasan tersebut. Padahal sepertinya memang orang tersebut mungkin belum terbiasa menceritakan tentang kesaksian hidupnya atau memang tidak mau. Itu sebabnya alasan tersebut yang digunakan.

Jika kita melihat pada kisah penglihatan yang dialami Yesaya, seharusnya yang merasa diri paling tidak layak adalah Yesaya. Dia bukan sekadar berjumpa sosok manusia lainnya, tetapi ia berhadapan langsung dengan Tuhan semesta alam—Allah yang Maha Kudus. Sementara ia hanyalah seorang manusia berdosa. Wajar Yesaya berkata kalau ia celaka berhadapan dengan kekudusan Allah yang seperti ini.

Namun, dari perjumpaan tersebut Yesaya justru dilayakkan lewat bara api yang disentuhkan ke mulutnya. Simbol kekudusan Allah yang seharusnya menghanguskan Yesaya, ternyata malah menguduskan dirinya. Sampai akhirnya saat Tuhan hendak mencari utusan, Yesaya menjawab jika ia siap untuk diutus. Ia sudah dilayakkan dan ia sekarang mau untuk bersaksi.

Demikian juga kita hari ini. Kita semua mungkin akan merasa tidak layak. Ingatlah bahwa sesungguhnya Allah telah melayakkan kita untuk bersaksi di hadapan orang lain. Tidak perlu ada yang kita takuti lagi. Sebab selain melayakkan kita, Allah juga akan menyertai kita. (WK)

#penuhharapan

Komentar

Postingan lain

TETAP BERPEGANG PADA KEBENARAN KRISTUS

🕊️ DAMAI SEJATI DARI KRISTUS

HIDUP YANG DIPENUHI SYUKUR DAN DOA