Dalam hidup yang penuh tantangan, sering kali kita sulit untuk bersukacita, apalagi mengucap syukur. Namun, melalui ayat ini, Rasul Paulus menegaskan tiga sikap rohani yang harus menjadi gaya hidup orang percaya: bersukacita senantiasa, tetap berdoa, dan mengucap syukur dalam segala hal. Bukan hanya dalam hal yang baik, tetapi juga dalam pergumulan dan kesesakan. Mengapa? Karena inilah yang dikehendaki Allah dalam Kristus Yesus bagi kita. Sukacita sejati bukan berasal dari keadaan yang nyaman, tetapi dari hubungan yang intim dengan Tuhan. Ketika kita tetap berdoa, kita menyadari bahwa kita tidak sendiri. Kita sedang berjalan bersama Allah yang setia. Dan dalam doa, kita diajak untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang-Nya. Hati yang mengucap syukur adalah hati yang percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi-Nya. Maka, marilah kita melatih diri untuk hidup dalam sukacita, tidak jemu berdoa, dan selalu mengucap...
Komentar
Posting Komentar